KHILAFAH

KHILAFAH

Oleh: Nasrudin Joha

Ya, hari ini mungkin banyak yang sudah tidakd asing dengan istilah Khilafah. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menerapkan syariat Islam dan mengemban misi dakwah Islam ke seluruh penjuru alam.

Ingat ! Khilafah ya? Bukan Khilafiyah, Khofifah, bukan pula khazanah.

Khilafah akhir-akhir ini menjadi satu istilah yang menghebohkan. Sebagiannya menganggap ancaman serius. Wajar saja, ketika Khilafah tegak memang hukum syariat yang diterapkan akan menjadi ancaman serius para penjajah kafir dan antek-anteknya.

Pertama, Khilafah akan menjadi ancaman serius bagi Freeport, Newmont, Chevron, Conoco, Philips, Bumi Resources, Toba Energy, dan seluruh perusahaan tambang lainnya, baik asing maupun domestik. Kenapa? Karena begitu Khilafah tegak, sistem Islam ditegakkan, maka semua harta milik umum yang masuk kategori "Milkiyatul Ammah" seperti tambang, hutan, laut, harta-harta yang pada asalnya tidak boleh dimiliki oleh individu, semuanya akan diambil alih oleh Negara Khilafah.

Otomatis, berdasarkan syariah untuk mengambil alih tambang tersebut tidak dibutuhkan skema divestasi, tidak butuh kompromi untuk menghentikan kontrak karya, semua tambang secara sekaligus, serta merta dan seketika diambil alih kepemilikannya oleh negara Khilafah, tanpa kompensasi.

Khilafah hanya mempertimbangkan untuk menilai (aprasial) berapa investasi alat dan teknologi yang telah dibenamkan pada pertambangan, itupun bisa dikompensasikan dengan nilai penambangan yang selama ini sudah dilakukan. Jika tidak bersedia, perusahaan penambang dipersilakan angkat Kaki dan membawa seluruh alat dan mesin tambangnya.

Kedua, Khilafah akan menjadi ancaman serius industri perbankan, baik bank umum maupun bank swasta. Keharaman riba, telah menjadi dasar bagi negara Khilafah untuk menghilangkan riba dan melarang transaksi ribawi di daulah Khilafah.

Semua gedung perkantoran jawatan perbankan negara, ditutup dan dialih fungsikan menjadi struktur Baitul Mal. Baitul Mal adalah sistem perbendaharaan keuangan Khilafah yang akan melayani kebutuhan anggaran negara dan pelayanannya kepada umat.

Beberapa fasilitas non ribawi yang ada pada perbankan diadopsi oleh Baitul Mal sebaga bentuk pelayanan negara kepada umat. Jadi, masih ada fasilitas menabung, transfer, kirim uang, tarik uang, dan yang semisalnya. Sementara seluruh konpensasi, baik karena menabung atau mengajukan kredit, berupa bunga-bunga perbankan dihapuskan.

Terbayang siapa ysng paling dirugikan ? Ya, sindikat perbankan yang dikuasai para bankir Yahudi.

Ketiga, Khilafah akan menjadi ancaman serius bagi kapitalisme global dan sosialisme internasional. Sebab, Khilafah hanya akan menerapkan hukum Quran Sunnah, yang meniscayakan proteksi negara dari serangan pemikiran, budaya, sistem hukum dan politik dari asing yang memasuki negara Khilafah.

Ini ancaman serius bagi kapitalisme global. Mereka akan kehilangan akses sumber daya, pasar, dan kader-kader untuk melanggengkan penjajahan. Yang dimaksud kader ini adalah jongos kekuasaan, bisa yang ada di pemerintahan maupun di bidang lainnya.

Keempat, ancaman serius bagi penguasa antek. Sebab, tanpa demokrasi sekuler yang diwariskan penjajah niscaya penguasa antek ini tidak mungkin duduk di kursi kekuasaan. Mereka hanya mampu berkuasa dengan persetujuan tuannya para kafir penjajah, atas manipulasi sistem demokrasi ysng diterapkan di negeri ini. Di negara Khilafah, tidak mungkin orang seperti Jokowi menjadi Penguasa. Baca Quran saja tidak tartil.

Jadi para penguasa antek yang saat ini menjalankan misi penjajahan asing aseng, adalah pihak yang sangat terancam atas tegaknya Khilafah.

Sementara empa poin saja pihak yang saya sebutkan terancam. Lantas, siapa saja sebenarnya pihak yang paling diuntungkan dengan tegaknya Khilafah ?

Pertama, seluruh umat akan diuntungkan karena semua harta kekayaan umat ysng masuk kategori milik umum seperti tambang, hutan, dan yang semisalnya dikelola oleh Khilafah. Kekayaan ysng super besar ini dijadikan modal bagi Khilafah untuk melayani kepentingan umat.

Pelayanan Khilafah juga tidak khusus diberikan kepada warga negara yang bergaya Islam, tetapi juga kepada ahludz dzimah (non muslim). Semua warga negara Khilafah, baik muslim maupun non muslim mendapat layanan dari Khilafah. Yang non muslim ikut Happy.

Tiga layanan utama yang akan diberikan Khilafah kepada warga negaranya tanpa memandang status agama, yang wajib diselenggarakan Khilafah yakni : 1. sandang pangan papan, 2. pendidikan dan Kesehatan. 3. Keamanan.

Keamanan yang ditanggung negara, menjadikan engkoh dan encik tidak perlu lagi sewa satpam untuk mengamankan dagangannya. Khilafah lah yang akan memberi pengamanan, perlindungan, pengayoman kepada seluruh warga negaranya.

Dengan harta Milkiyatul amanah, rakyat tidak perlu dipungut pajak. Bahkan, negara Khilafah mengharamkan pajak bagi setiap warga negaranya. Bayangkan, kita tidak perlu ribet lagi SPT pajak. Bisnisnya juga lebih untung, karena tidak ada yang memalak.

Kedua, seluruh kaum muslimin akan diuntungkan dengan adanya ridlo dan berkah ekonomi. Karena riba dihilangkan oleh negara Khilafah, seluruh muamalat (transaksi) ekonomi dibangun berdasarkan akad sy'ari. Akan bermunculan syairkah-syirkah Islami balik mudlorobah, Inan, abdan, dan yang semisalnya.

Dengan taatnya negara dan rakyat pada hukum Allah, maka Bumi dan langit akan mengeluarkan perbendaharaan harta yang melimpah. Sungguh, akan benar-benar terjadi semua orang tercukupi kebutuhannya, sehingga sampai-sampai kelak orang kesulitan untuk menyalurkan harta zakat.

Ketiga, seluruh rakyat dan umat benar-benar akan menjadi hamba yang taat sempurna. Bayangkan, bagaimana jika seluruh rakyat diperintah taat dengan teladan seorang Khalifah yang taat. Seluruh kaum muslimin merasa Qonaah dalam ibadah, karena urusan kehidupannya selain telah diupayakan secara pribadi, negara Khilafah juga hadir untuk mencukupi.

Hari ini, umat terbelenggu kesyirikan. Negara diam. Umat terhimpit kelaparan, negara diam. Umat menderita sakit, negara diam.

Negara Khilafah, prinsipnya benar-benar akan memakmurkan bumi dan membebaskan penduduk bumi dari penghambaan kepada selain Allah SWT dan hanya menghamba, menyembah kepada Allah semata.

Jadi tergambar, betapa Khilafah itu bukanlah visi politik sesaat yang ecek-ecek. Jadi wajar, membutuhkan waktu dan kesabaran, juga wajar mendapat penentangan dan hambatan. [].

Admin Ajib Dot Com