KHUTBAH AHLAQ DIJALAN RAYA

KHUTBAH AHLAQ DIJALAN RAYA

Disampaikan di masjid jami' purwosari sayung demak

 

إن الحمد لله نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل الله فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، ) اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا(1 . )يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ( 2.  )يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumulloh


Marilah kita tingkat ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. dengan menjalankan perintah2 Alloh dan menjauhi larangan-larangan-Nya,  baik ketika sedang sehat maupun sakit, sedang banyak uang maupun lagi mlarat, sedang sendirian maupun ditengah banyak orang, karena Taqwa adalah bekal yang terbaik dalam menjalani hidup didunia ini maupun hidup di akhirat kelak. 

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumulloh

Islam adalah agama yang lurus dan sempurna . agama yang menjunjung tinggi akhlaqul karimah baik dalam urusan pribadi maupun yang berkaitan dengan urusan orang banyak (public). Tidak ada bidang kehidupan ini yang tidak diberikan tuntunan Islam .

Sebagian  yang menunjukkan kesempurnaan islam adalah bahwa islam memberikan tuntunan alhlaq dan adab di jalan

Akhlakul karimah merupakan manivestasi keimanan dan keislaman seorang Muslim.

Akhlakul karimah dalam pengertian luasnya ialah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagaimana dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Akhlakul karimah kalau di praktekkan akan mendatangkan kenyamanan , keamanan dan akan bisa menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun. Seperti masalah mudik lebaran yang barusan kita rayakan

Jika kita perhatikan Catatan kepolisian terkait korban arus mudik lebaran cukup mencengangkan. Tercatat.

"sampai tanggal 27 agustus Jumlah kecelakaan lalu lintas ada 5.233 kejadian, meninggal dunia 908 orang, dan luka berat 1.505," hal itu terjadi kebanyakan dari ulah manusia pengguna jalan itu sendiri

Ya Faktor manusia mendominasi .

Penyebab kecelakaan karena disebabkan oleh kelalaian pengendara,

Total kecelakaan selama musim Lebaran, 70% disebabkan oleh kendaraan roda dua.

Dengan kata lain akibat manusia pengendara mobil atau sepeda motor tidak mematuhi adab-adab di jalan maka menyebabkan terjadinya kecelakaan sampai sedemikian banyaknya .

Seandainya kita mematuhi adab-adab / akhlaq di jalan raya insya Alloh tidak sedemikian besar korbannya.

Adab dijalan raya antara lain

  1. mem baca doa’ :

اَلْحَمْدُ لِلّهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، الْحَمْدُ لِلهِ الْحَمْدُ لِلهِ الْحَمْدُ لِلهِ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

 

“Dengan menyebut nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Segala puji bagi Allah (3 kali), Allah Maha Besar (3 kali), Maha Suci Engkau ya Allah. Sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”

Atau

بِسْمِ اللهِ مَجْريهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌرَحِيْمٌ

Dengan menyebut nama Allah diwaktu berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kalau doa ini tidak hafal bisa dengan membaca alfatihah, ayat kursi membaca sholawat dan berdoa minta keselamatan kepada Alloh

  1. Mematuhi peraturan berlalu lintas

Dengan  memakai helm membawa STNK dan memiliki  SIM.  walaupun, itu , pada asalnya adalah mubah. Namun karena untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain  dan itu sudah menjadi undang2 maka hukumnya berubah menjadi wajib. Jadi, memakai helm, atau SIM dan STNK saat berkendaraan adalah perkara yang harus diperhatikan dan ditaati.

  1. Tidak sombong وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولاً
  2. Tidak Ugal-ugalan di Jalan Raya

Seseorang hendaklah memperhatikan keselamatan dirinya dan keselamatan orang lain ketika berkendaraan.

Jangan sampai kita menjadi sebab tertumpahnya darah atau matinya seseorang serta rusaknya harta saudara kita. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا ، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا ، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا

“Sesungguhnya darah dan harta kalian adalah haram (mulia) atas kalian seperti haramnya hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (1218)]

Jadi, darah dan harta seorang muslim adalah haram kita ganggu, apalagi ditumpahkan dan dirusak, karena harta dan darah seorang muslim memiliki kemuliaan di sisi Allah.

Ada kebiasaan buruk menimpa sebagian tempat di Indonesia Raya, adanya sebagian pemuda yang ugal-ugalan memamerkan “kelincahan” mereka dalam mengendarai motor atau mobil di jalan raya.

Ulah ugal-ugalan seperti ini bisa mengganggu, dan membuat takut orang lain yang berseliweran, dan berada didekatnya . Bahkan terkadang mengakibatkan tabrakan

  1. tidak membuat suara knalpot meraung-raung memekakkan telinga tanpa ada tepo saliro orang lain akan merasa bising oleh ulahnya.sehingga mengagetkan dan menakutkan orang . Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarang kita mengagetkan seorang muslim.

لا يحل لمسلم أن يروع مسلما ولو مازحا

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk membuat takut seorang muslim”.

  1. Memberi jalan kepada kendaraan yang hendak belok,
  2. Merawat Kendaraan dengan baik dan Jangan kita bebani melebihi kapasitas kemampuan yang telah ditetapkan baginya karena bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Kendaraan adalah nikmat dari Allah, maka hendaklah kita merawatnya dengan baik dan bukan sekedar hanya memakainya sesuka hati.

  1. Memperlambat Laju Kendaraan ketika Berjalan di Jalan yang sedang padat atau di jalan yang Sempit
  2. Tidak Memepet kendaraan orang lain
  3. Ketika berkendaraan, kita tenang dan tidak terburu-buru, karena terburu-buru itu datangnya dari setan. Boleh mempercepat kendaraan jika tidak melampaui batas dan ada kemaslahatan, dan tidak menimbulkan bahaya.
  4. Memberi jalan kepada penyeberang jalan-- baik menyeberang melalui jalur zebra atau bukan.
  5. Tidak memarkir kendaraan yang memakan bagian jalan sehingga membuat macet arus kendaraan
  6. Sabar Antri kalau terjadi kemacetan
  7. Tidak Berbelok tanpa menengok kiri kanan dan memberi reting secara benar. karena itu bisa mengakibatkan tabrakan kalau ada kendaraan di jalur lurus tidak cukup waktu buat mengerem mendadak agar tidak menabraknya.
  8. Itu semua adalah akhlaq islami. Akhlaqul karimah. Singkatnya berkendaraanlah dengan menggunakan hati dengan adab dan ahlaq. Bukan nafsu menang-menangan.

 

Memberi Hak kepada Jalanan

Jalanan juga mempunyai hak-hak untuk kita penuhi. Karena itu, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berwasiat kepada para sahabatnya ketika seseorang duduk di pinggir jalan, “Waspadalah kalian ketika duduk di jalan-jalan”. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami harus berbicara di jalan-jalan. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Jika kalian enggan, kecuali harus duduk, maka berikanlah haknya jalan”. Mereka bertanya, “Apa haknya jalan?” Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

غض البصر، وكف الأذى، ورد السلام، وأمر بالمعروف، ونهى عن المنكر

“(Haknya jalan adalah) menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah yang mugkar“. [HR. Al-Bukhoriy (6229

Jadi, haknya jalanan ada 5: menundukkan pandangan dari melihat perkara haram (seperti melihat kecantikan wanita yang bukan mahram), menghilangkan gangguan apa saja (misalnya, tidak buang sampah & kotoran di jalan, tidak menggoda wanita, tidak menyakiti orang lain, dan lainnya); demikian pula menjawab salam orang yang mengucapkan salam kepada kita dari kalangan kaum muslimin; memerintahkan yang ma’ruf (misalnya, mengingatkan waktu sholat, mengajak bersedekah, dan lainnya); mencegah yang mungkar (misalnya, melarang para pemuda balapan liar, melarang orang bermaksiat di jalan, dan lainnya)

Menolong orang yang mengalami kecelakaan.  Adalah sangat memalukan dan menyedihkan sekali sebagai umat kanjeng nabi Muhammad SAW. Ada orang kecelakaan tidak di tolong kok malah di jarah di curi barang2nya.

Utamakan menyelamatkan nyawa korban kecelakaan secepatnya . dengan segera membawa ke rumah sakit.

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumulloh

Adalah sangat menyakitkan ketika terjadi kecelakaan  orang yang mengalami kecelakaan dibiarkan terlalu lama terkapar dijalan karena tidak ada mobil yang mau mengangkut ke rumah sakit (padahal banyak mobilyang lewat). Dan ketika ada kendaraan yg membawa ke rumah sakit , sudah terlambat . darah yang keluar terlalu banyak. Sehingga nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Jika anda punya mobil kebetulan ada orang kecelakaan segeralah tolong . biarkan darah mengotori mobil anda. Jangan takut anda di tuduh sebagai penyebab kecelakaan. Kalau niat anda baik percayalah Alloh akan menolong dan memberkahi anda. Jangan percaya kalau mobil dibuat menolong orang kecelakaan itu akan sial. Itu adalah takhayul yang di hembuskan setan agar orang tidak mau menolong orang yg kecelakaan.  Justru sebalik nya mobil yang dibuat mengantarkan orang yang kecelakaan akan di berkahi Alloh

Saya bertanya-tanya dalam hati: Masih adakah "etika public" yang membuat seseorang menghormati orang lain di jalan raya ?

Kenapa terjadi semacam "anarki sosial" di jalan raya sehingga menelan banyak korban dalam rentang waktu 15 hari saja. 

Sungguh situasi berkendaraan seperti  ini mirip sebuah medan peperangan ?

Apakah agama yang mewajibkan puasa agar menjadi orang taqwa ini tak mengubah sedikitpun watak mereka di jalan raya?

Kenapa puasa tidak membawa pengaruh kepada prilaku sosial di jalan raya?

Kontribusi etika atau akhlak publik adalah  besar dalam membentuk warga negara yang beradab di jalan raya.

Etika ini patut diajarkan kepada masyarakat.

Pengertian tentang akhlak atau etika dalam masyarakat juga pelan-pelan harus diubah.

Selama ini, akhlak cenderung dimengerti hanya sebatas sebagai sopan santun di dalam wilayah privat.

Masyarakat diajarkan untuk berperangai sopan kepada orang tua, guru, dan orang yang lebih senior di rumah atau di ruang-ruang tertutup.

Tetapi etika atau akhlak yang berkaitan dengan kehidupan publik, seperti di jalan raya, kurang mendapatkan perhatian.

Seolah-olah berlalu-lintas secara baik dan sopan bukan bagian dari tuntutan berakhlak mulia sebagaimana diajarkan oleh agama.

Apakah Seseorang yang rajin beribadah merasa tidak ada masalah jika berlaku kasar di jalan raya,?

Seolah-olah menjadi seorang "saleh" di mata Tuhan tak ada kaitannya dengan berlaku "saleh" terhadap sesama manusia.

Seolah olah tidak ada hubungannya antara etika berlalu lintas dengan syurga

Akhlak akan bisa dimiliki oleh siapa saja yang secara sungguh-sungguh memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam. Dan, siapa saja yang berhasil menjadikan akhlakul karimah sebagai karakter dalam dirinya tentu ia akan menjadi orang yang paling beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. 

Betapa indahnya jika semua elemen bangsa memiliki karakter akhlakul karimah.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

 

 Khutbah Kedua 

اَلْحَمْدُلِلّهِ حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ

اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. فِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ

اَللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْابِهِ يَعْدِلُوْنَ. اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ السِّتَّةِ الْمُتَمِّمِيْنَ لِلْعَشَرَةِ الْكِرَامِ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ.

اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ

Admin Ajib Dot Com