Manusia Adalah .... Pengantar Ilmu Mantiq

Dulu ketika saya mondok di pesantren lirboyo ada pelajaran ilmu mantiq yang diajarkan di kls 3 tsanawiyah, dalam pelajaran mantiq ini ada pembahasan mengenai TA'RIF/HAD/DEfINISI
Karena kita selalu ingin dan mencari tahu tentang hal-hal yang masih majhul. Saat menghadapi sesuatu yang belum kita ketahui (majhul), kita akan segara bertanya “apa itu?”. Artinya, kita bertanya tentang esensi dan hakikat sesuatu itu. Jawaban dan keterangan yang diberikan adalah had (definisi) dari sesuatu itu. Oleh karena itu, dalam disiplin ilmu, mendefinisikan suatu materi yang akan dibahas penting sekali sebelum membahas lebih lanjut masalah-masalah yang berkaitan dengannya. Perdebatan tentang sesuatu materi akan menjadi sia-sia kalau definisinya belum jelas dan disepakati.

Ilmu mantiq bertugas menunjukkan cara membuat had/ta'rif atau definisi yang benar.

Macam-Macam Definisi (Ta’rif)

Setiap definisi bergantung pada kulli yang digunakan. Ada lima kulli yang digunakan untuk mendefinisikan majhul tashawwuri (biasa disebut “kulliyat khamsah”). Lima kulli itu adalah:
1. Nau’ (spesies),
2. jins (genius),
3. fashl (diferentia),
4. ‘aradh ‘aam (common accidens) dan
5. ‘aradh khas (proper accidens).

Macam-macam Had/ta'rif

Had/ta'rif Tâm, adalah definisi yang menggunakan jins dan fashl untuk menjelaskan bagian-bagian dari esensi yang majhul. Misal: Apakah manusia itu?
Jawabannya adalah “Hewan yang berpikir (natiq)”.
“Hewan” adalah jins manusia,
dan “berpikir” adalah fashl manusia.
Keduanya merupakan bagian dari esensi manusia.

Had Nâqish, adalah definisi yang menggunakan jins saja. Misal: “Manusia adalah hewan”. Hewan adalah salah satu dari esensi manusia.

Rasam Tâm, adalah definisi yang mengunakan ‘ardh khas. Misal: “Manusia adalah wujud yang berjalan, tegak lurus dan dapat tertawa”. “Maujud yang berjalan”, “tegak lurus” dan “tertawa” bukan bagian dari esensi manusia, tetapi hanya bagian yang eksiden.

Rasam Nâqish, adalah definisi yang menggunakan ‘ardh ‘âm, misalnya, “Manusia adalah wujud yang berjalan”.

Kalau dalam ilmu Nahwu " ZAID " selalu yg dijadikan contoh, dalam ilmu Mantiq yang sering dibuat contoh adalah kata " AL-INSAN " artinya "manusia"
manusia meskipun telah di definisikan berkali kalai sejak dahulu kala tapi belum cukup . sehingga sampai sekarang "MANUSIA" masih juga didefinisikan dengan bermacam-macam definisi.

Andapun berhak mendifinisikan ulang " APAKAH MANUSIA ITU "

COBA SEBUTKAN TERGOLONG TA"RIF APAKAH PENDIFISIAN MANUSIA DIBAWAH INI ?

Manusia adalah binatang yang rasional,
Manusia adalah makhluk yang benar-benar berupaya mendapatkan apa yang dikehendakinya,
Manusia adalah makhluk yang tak ada ujungnya,
Manusia adalah makhluk yang idealis,
Manusia adalah makhluk yang mencari nilai-nilai,
Manusia adalah binatang metafisis,
Manusia adalah makhluk yang tak pernah terpuaskan,
Manusia adalah makhluk yang tak ada batasannya,
Manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab,
Manusia adalah makhluk yang berpandangan ke depan,
Manusia adalah agen (faktor atau instrumen) yang bebas,
Manusia adalah makhluk yang memberontak,
Manusia adalah makhluk yang suka ketertiban sosial,
Manusia adalah makhluk yang suka keindahan,
Manusia adalah makhluk yang suka keadilan,
Manusia adalah makhluk berwajah ganda,
Manusia adalah makhluk yang romantis,
Manusia adalah makhluk yang intuitif,
Manusia adalah makhluk yang mempercayai standar ganda,
Manusia adalah makhluk yang dapat mencipta,
Manusia adalah makhluk yang kesepian,
Manusia adalah makhluk yang memiliki perhatian kepada publik,
Manusia adalah makhluk yang fundamentalis, teoretis, dan dapat membuat peralatan,
Manusia adalah makhluk supranaturalis, imajinatif, spiritualis, transendentalis, dan sebagainya.

Masing-masing keterangan ini benar, dilihat dari kualitas-kualitas
esensialnya masing-masing. Akan tetapi, jika kita mau mendapatkan ungkapan yang mencakup semua perbedaan mendasarnya, maka harus kita katakan bahwa manusia
adalah binatang yang BERPENGETAHUAN DAN BERAGAMA.

Admin Ajib Dot Com