PENIPUAN BURUNG MURAI MEDAN

Kolom Penipuan

PENIPUAN BURUNG MURAI MEDAN

Kolom ini kami sediakan untuk kalian semua, untuk menuliskan penipuan yang pernah anda alami , atau di alami oleh saudara, tetangga dan teman anda yang anda dengar ceritanya,  yang anda yakini akan kebenarannya.

Kami menyadari bisa saja pembaca setelah membaca tulisan di web kami kemudian dipraktekkan untuk menipu, tapi itu bukan tujuan kami (memberi ilmu menipu), kami tidak mau bertanggung jawab dunia akhirat atas penyalahgunaan tulisan disini untuk tujuan merugikan atau menipu orang lain. Justru tujuan kami, setelah membaca tulisan di web ini pembaca dapat terhindar dari berbagai macam model dan gaya penipuan. Selamat membaca

Demi menjaga nama baik seseorang, orang-orang yang menjadi lakon dalam cerita ini kami mohon dirahasiakan nama yang sebenarnya, gunakanlah nama samaran

 

BURUNG MURAI

Lokasi Kejadian di Kecamatan Sayung Demak

Orang yang di tipu namanya Pak Aji (bukan nama sebenarnya)
Orang yang menipu namanya Pak Eko (bukan nama sebenarnya), namanya saya buat pendek-pendek biar gampang nulis dan apalnya ..hehe.

Cerita ini diceritakan oleh teman saya Pak Aji sekaligus korban di serambi masjid setelah habis rapat pengurus masjid.

Ngobrol setelah rapat. Sudah merupakan kebiasaan kami, bertahun-tahun, sejak dulu orang-orang tua kami kalau habis rapat di masjid pasti sebagian besar ikut ngobrol dulu, bahkan ngobrolnya malah lebih lama daripada rapatnya, rapat satu jam. Ngobrolnya bisa sampai dua jam lebih. Kebiasaan itu ternyata kami teruskan … ternyata ngobrol setelah rapat asyik… sampai lupa isteri di rumah sedang nunggu dengan cemburu berat…

Ternyata para isteri itu sering mbesengut (apa bhs indonesianya ) kalau dipamiti suami yang mau rapat dimasjid, begitu kabar dari teman-teman yang saya dengar, tapi alhamdulillah isteri saya tidak mbesengut, soalnya sudah kebal menghadapi saya pulang rapat sampai larut malam dan tidak bawa uang sejak nganten anyar sampai sekarang. Disamping itu karena rumah saya disamping masjid .  hehe. Thoyyib.. langsung saja ke cerita burung MURAI MEDAN

Teman saya Pak Aji ini punya burung murai bagus sekali, katanya sudah ditawar Rp. 4.500.000,- empat juta lima ratus ribu rupiah. Tapi tidak boleh. saya sih belum pernah lihat burungnya…yang katanya bagus itu , burung murainya maksud saya, bukan burung yang lain,

Suatu hari ada tamu, setelah basa-basi ngobrol-ngobrol ringan seperlunya si tamu ini sebut saja Pak Eko mulai membicarakan soal burung, tampaknya dia cukup ngerti seluk beluk perburungan, dia bilang ke pak Aji kalau dia punya burung cucak rowo tapi dia tidak suka, katanya cucak rowonya itu di kasi adiknya, dia pinginnya burung murai medan, lha kebetulan pak Aji punya,  terus pak Eko menyampaikan niatnya kalau boleh dia mau beli itu burung pak Aji . singkat cerita dicapai kesepakatan antara Pak Aji dan Pak Eko

Bahwa Pak Aji  setuju menukar Burungnya di tukar dengan burungnya pak Eko cucak rowo ditambah uang Rp. 4.500.000,- dan transaksi dan penyerahan burung akan dilaksanakan di kantor

segera setelah kesepakatan itu pak aji mengambil kurungan kecil yg didalamnya ada murai medannya, terus pak aji diboncengkan Pak eko menuju ke rumah pak eko untuk mengambil burung pak eko. Sekalian bayar Rp. 4.500.000,-, jarak antara rumahnya pak aji dengan Pak eko kira 10 km

Sebelum sampai ke rumah pak Eko, Pak aji mampir ke kantornya dulu, pak Ekopun ikut masuk kekantor.  setelah ngomong2 sebentar di kantor . kemudian pak Aji menitipkan burungnya pada teman-teman sekantornya

Kedua bapak pecinta burung ini lantas meneruskan perjalanannya menuju ke rumah pak Eko , tak lama kemudian sampailah ke rumah pak Eko . rumahnya belum sempurna jadi. Dalam keadaan tertutup

Pak aji dipersilahkan masuk… eetttt… rumah ternyata terkunci
“ maaf… pak, kunci rumahnya ketinggalan di rumah adik, tolong bapak tunggu disini, saya mau ambil kuncinya dulu di rumah adik.” Kata Pak eko dengan Sopan banget

“ monggoo…. Pak  Saya tak nunggu disini .” jawab pak Aji

setengah jam di tunggu ternyata pak Eko belum datang, tapi pak aji masih husnudhon, mungkin adiknya lagi ada keperluan atau lagi keluar… bathin Pak Aji.

sekarang sudah satu jam pak Eko juga belum datang padahal jarak antara rumah adiknya dan rumah pak eko kan katanya 15 menit. … ada apa ya…?

Pak Aji masih nunggu …. Kali ini dengan cemas …

Setelah menunggu sampai 2 jam ternyata pak Eko belum datang. Pahamlah Pak Aji kalau dirinya telah di tipu Pak Eko.  Sialnya dia mau menghubungi teman dikantor, Hpnya habis pulsanya. Mau balik ke kantor gak bawa kendaraan,  kan tadi di boncengkan Pak eko.

Akhirnya Pak aji jalan kaki menuju ke jalan besar yang cukup jauh , untung di tengah jalan ada orang yang kenal dia terus boncengkan dia . dia minta tolong diantar sampai ke kantor ..

Begitu sampai kantor .

Dia tenangkan dirinya dulu sebelum menanyakan burungnya. Tapi temannya sekantornya yang kebanyakan ibu-ibu langsung bilang langsung bilang
“ Pak…..  Pak … tadi teman sampean yang bersama bapak tadi kesini katanya, Bapak nyuruh dia ambilkan Burung Bapak. “

“Terus…”  kata Pak Aji lemes..
“ Ya Kami Kasikan “ kata ibu2 yg hampir bersamaan
“ ooooo… ya sudah “ Kata pak aji pasrah…

 

  • orang Husnudhhon palig gampang di tipu, padahal su’dhon gak boleh – terus gimana ?

Pengasuh Mahad Aly Al Falah, sekaligus pendiri komunitas lincak jebol Genuk Semarang